Dinamika Kelompok Sosial: Pengertian, Ciri, Faktor, Tujuan, Jenis, Aspek, Contoh

Diposting pada

Dinamika Kelompok Sosial – Perlu Grameds ketahui bahwa dinamika kelompok sosial adalah salah satu bahan penting dalam objek kajian sosiologi. Pembahasan tentang  dinamika dalam kelompok sosial berhubungan dengan kehidupan manusia yang hakikatnya terus berjalan secara dinamis.

Itulah sebabnya proses sosial dan interaksi sosial akan terjadi dalam kehidupan yang terkadang tidak semudah mengembalikan telapak tangan. Ada saja permasalahan sosial yang bisa muncul dalam sebuah peradaban sosial dari zaman ke zaman.

dinamika kelompok sosial

Hal ini menunjukan bahwa dinamika kelompok sosial dalam kehidupan masyarakat bisa terwujud, baik bagi masyarakat demokrasi, masyarakat multikultural, maupun masyarakat modern dan tradisional. Untuk mengenali gejala tersebut, berikut ini penjelasan tentang dinamika kelompok sosial, mulai dari pengertian, ciri, tujuan, jenis, faktor, aspek, prinsi, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari: 

Pengertian Dinamika Kelompok Sosial

Dinamika kelompok sosial berkaitan dengan penelaahan tentang faktor terjadinya hubungan kelompok sosial atas dasar perilaku atau tindakan dalam kelompok sosial. Hal tersebut bisa terjadi melalui berbagai bentuk interaksi yang dinamis dengan adanya situasi sosial yang mendukung. Kajian tentang dinamika kelompok sosial ini berhubungan erat dengan pembentukan struktur sosial dalam kelompok, norma sosial, perasaan saling memiliki, dan internalisasi dari setiap perwujudan norma yang ada dalam lingkungan sosial bermasyarakat tersebut.

Jadi, dinamika kelompok sosial adalah serangkaian bentuk problematika kehidupan yang dialami oleh individu maupun kelompok yang melakukan bentuk mobilisasi sosial dengan cepat sehingga mengubah keteraturan sosial yang sudah berlaku di masyarakat.

Pola Keruangan Desa: Pengertian dan Ciri-Cirinya

Berikut ini definisi dinamika kelompok sosial menurut para ahli:

  1. Menurut Soerjono Soekanto, dinamika sosial adalah perubahan sosial dalam masyarakat yang mengalami berbagai bentuk permasalahan yang bisa dilakukan perorangan atau kelompok, sehingga dengan adanya dinamika sosial keteraturan sosial dalam masyarakat tidak berjalan dengan semestinya.
  2. Menurut Shertzer dan Stone, dinamika kelompok sosial adalah bentuk tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu tanpa mengetahui maksud utamanya dalam kebutuhan tersebut, sehingga mengakibatnya keadaan yang memaksanya untuk menghalalkan segala cara.
  3. Menurut Slamet Sentosa, dinamika kelompok sosial adalah suatu bentuk hubungan yang terjalin antar kelompok sosial dalam lingkungan masyarakatnya secara teratur dan berhubungan dengan psikologis yang jelas. Makna dari hubungan psikologis adalah hubungan yang terjalin antar kelompok sosial yang dalam, sehingga dapat merasakan berbagai situasi yang dialami secara bersama-sama.
  4. Menurut Floyd D.Ruch, dinamika kelompok sosial adalah bentuk analisis tentang hubungan-hubungan atau relasi yang terjadi dalam kelompok sosial terkait dengan tindakan atau pola perilaku setiap individu dalam sebuah situasi sosial tertentu.
  5. Menurut Sprott, dinamika kelompok sosial adalah bentuk analisis mengenai hubungan relasi yang terjadi antara anggota-anggota kelompok sosial tertentu dalam sebuah lingkungan masyarakat.
  6. Menurut Robert F.Bales, dinamika kelompok sosial adalah wujud dari proses kejiwaan yang terjalin dalam hubungan antar individu dan dapat mempengaruhi sebuah kelompok tertentu.

Ciri Dinamika Kelompok Sosial

Dinamika yang menonjol dalam kelompok sosial memiliki karakteristik seperti berikut ini: 

  1. Adanya motif yang sama antara individu satu dengan lainnya sehingga dapat menyebabkan interaksi atau kerjasama untuk mencapai tujuan yang sama
  2. Muncul akibat-akibat interaksi yang berlainan antara satu individu dengan lainnya karena timbul rasa ketergantungan rasa dan kecakapan individu yang terlambat
  3. Memiliki bentuk struktur atau organisasi kelompok dan penugasan yang jelas dan terdiri dari beberapa peran serta kedudukannya masing-masing
  4. Muncul peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang kemudian mengatur sebuah interaksi di suatu kegiatan atau aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan bersama

Tujuan Dinamika Kelompok Sosial

Terjadinya dinamika kelompok sosial memiliki tujuan dalam sebuah lingkungan masyarakat sebagai berikut:  

  1. Untuk meningkatkan proses interaksi antara anggota kelompok terhadap anggota kelompok lainnya, sehingga dapat menimbulkan rasa saling menghargai satu sama lain
  2. Muncul  rasa  solidaritas  antar anggota kelompok  sehingga  dapat  saling  menghormati dan saling menghargai
  3. Tercipta komunikasi  yang  terbuka  terhadap  sesama  anggota  kelompok
  4. Muncul i’tikad  baik  diantara  sesama  anggota  kelompok
  5. Produktivitas anggota kelompok menjadi meningkat
  6. Dapat mengembangkan kelompok ke arah yang lebih baik dan lebih maju
  7. Dapat meningkatkan kesejahteraan hidup anggotanya

Jenis Dinamika Sosial di Masyarakat

Dalam praktiknya di lingkungan masyarakat, dinamika yang ada dalam kelompok sosial muncul dalam dua jenis seperti berikut ini:

  • Dinamika Kecil adalah dinamika yang terjadi karena adanya perubahan baik kecil yang ada di masyarakat dan berpengaruh pada suatu kelompok sosial
  • Dinamika Besar adalah dinamika yang terjadi dalam kelompok sosial karena adanya perubahan progres (maju) ataupun perubahan regres (mundur) akibat proses mobilitas sosial yang terjadi

Jenis dinamika kelompok di atas juga dipengaruhi dengan jenis kelompok sosial yang terlebih seperti berikut ini:

1. Kelompok Primer

Kelompok Primer adalah kelompok sosial  yang didalamnya terjadi interaksi sosial dimana anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan sehari-hari. George Homans mengungkapkan bahwa kelompok primer terdiri dari sejumlah orang yang sering berkomunikasi satu dengan lainnya sehingga setiap orang mampu berkomunikasi secara langsung (bertatap muka) tanpa melalui perantara. Contohnya terjadi pada keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan sebagainya.

2. Kelompok Sekunder

Kelompok Sekunder adalah suatu kelompok sosial yang berinteraksi secara tidak langsung, yakni dengan berjauhan dan sifatnya kurang kekeluargaan. Hubungan ini biasanya terjadi bersifat lebih objektif, contohnya seperti hubungan di partai politik, perhimpunan serikat kerja dan sebagainya.

3. Kelompok Formal

Kelompok Formal adalah bentuk kelompok sosial yang ditandai dengan adanya peraturan atau Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Anggota jenis kelompok ini diangkat oleh organisasi, seperti hubungan semua kelompok atau perkumpulan yang memiliki AD/ART.

4. Kelompok Informal

Kelompok Informal adalah bentuk kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan seseorang dalam lingkungan tertentu. Keanggotan kelompok jenis ini biasanya tidak teratur dan keanggotaannya ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok. Pran menjalankan tugas dalam kelompok ini jelas namun biasanya bersifat informal dan hanya didasarkan pada kekeluargaan dan simpati, contohnya pada kelompok-kelompok arisan.

Faktor Dinamika Kelompok Sosial

Munculnya dinamika kelompok dalam lingkungan sosial tertentu biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Baik faktor yang terjadi secara internal maupun eksternal sehingga semakin memperkuat dinamika tersebut dalam sebuah kelompok, seperti faktor-faktor berikut ini: 

1. Faktor Internal

  • Munculnya konflik antar anggota kelompok, misalnya konflik sosial yang terjadi dalam sebuah kelompok yang menyebabkan terjadinya keretakan dan berubahnya pola dan bentuk hubungan sosial dalam kelompok tersebut
  • Munculnya selisihan paham dalam kelompok sosial yang mempengaruhi keberadaan individu tersebut dalam kelompok sosial tertentu 
  • Perbedaan kepentingan antara Anggota kelompok yang tidak memiliki kesamaan dalam kesepahaman yang akhirnya memisahkan diri dan memilih untuk bergabung pada kelompok yang memiliki persamaan
  • Perubahan struktur kelompok sosial yang disebabkan oleh adanya dorongan dari luar seperti adanya ancaman yang menyebabkan adanya perubahan dalam kelompok sosial tersebut
  • Adanya pergantian anggota kelompok yang disebabkan adanya guncangan yang berkaitan dengan kedudukan anggota kelompok tersebut

2. Faktor Eksternal

  • Adanya perubahan situasi sosial yang terjadi akibat adanya proses industrialisasi yang dapat menggeser pola hubungan serta bentuk nilai-nilai yang dianut dalam kelompok tertentu
  • Adanya perubahan situasi ekonomi yang dapat mengakibatkan pergeseran hubungan sosial yang ada dalam masyarakat. Sehingga hubungan sosial tersebut dapat berubah berdasar kepentingan dan tidak lagi berdasar pada kekerabatan
  • Adanya perubahan situasi politik dengan pergantian dalam elite penguasa dapat mendorong perubahan kebijakan pada kelompok- kelompok sosial yang ada dalam masyarakat

 Aspek Dinamika Kelompok Sosial

Ada beberapa aspek yang menjadi latar belakang adanya kelompok sosial dalam masyarakat yang sangat berpengaruh besar pada pola interaksi sosial dan keteraturan sosial.  Berikut ini aspek-aspek yang ada dalam dinamika kelompok sosial:

1. Adaptasi

Adaptasi dalam kelompok sosial sangat dibutuhkan untuk menyesuaikan suatu kelompok dengan perkembangan zaman yang tidak terbatas. Adaptasi adalah bentuk kemampuan masyarakat atau seseorang dan kelompok dalam melakukan penyesuaian dirinya dengan lingkungan sosial tertentu.

2. Pencapaian Tujuan

Kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai tujuan tertentu akan mengalami perubahan dan perkembangan dalam lingkungan masyarakat tersebut. Upaya pencapaian tujuan tersebut dilakukan atas dasar sukarela antar anggota masyarakat dan dilakukan dengan adanya kesepakatan-kesepakatan tertentu.

3. Integrasi

Integrasi dalam kelompok sosial adalah upaya untuk tetap bersatu dalam kelompok untuk mendukung dan mewujudkan tujuan tertentu. Aspek ini penting untuk dilakukan sebagai bentuk kesimbangan dan keteraman di dalam kehidupan seseorang.

4. Pola Pemeliharaan dan Perluasan

Kelompok sosial perlu melakukan perubahan dan membuat pola-pola pemeliharaan agar tidak terjadi disintegrasi dalam lingkungan sosial tertentu. Kelompok sosial ini juga akan melakukan perluasan, misalnya dengan menerima anggota baru dan memperkenalkan serta mempengaruhi anggota tersebut dengan unsur budaya yang dimiliki kelompok tersebut.

5. Komunikasi Kelompok 

Komunikasi adalah dasar semua interaksi manusia dan berfungsi untuk semua kelompok. Setiap kelompok harus menerima dan menggunakan informasi tersebut untuk berkomunikasi. Komunikasi kelompok inilah yang nantinya akan menjadi perpindahan ide atau gagasan karena adanya kebutuhan timbal balik antara satu dengan lainnya

6. Konflik Antar Kelompok 

Konflik adalah suatu bentuk perbuatan yang dapat memecah belah kelompok sosial yang memiliki beragam pemikiran yang berbeda-beda, terutama dalam menentukan keputusan bersama. Jika terjadi konflik dalam suatu kelompok biasanya ada kepentingan dibaliknya, baik kepentingan personal maupun kepentingan umum.

Itulah sebabnya tidak jarang jika dalam suatu kelompok ada perbedaan persepsi maupun bentuk lainnya yang menyebabkan terjadinya perpecahan antar individu, kelompok, bahkan dalam artian luas Antara suku, Antara Negara dan sebagainya. Ada beberapa penyebab terjadinya konflik, seperti salah satu contohnya adanya persaingan karena jabatan dalam suatu kelompok tertentu. 

7. Kohesi 

Kohesi adalah bagaimana upaya para anggota kelompok untuk saling menyukai dan saling mencintai satu dengan lainnya. Ada beberapa cara untuk meningkatkan kohesi dalam kelompok, seperti meningkatkan  interaksi, menciptakan tujuan bersama, merasa senasib, membuat seragam kelompok, dan sebagainya. 

8. Pemecahan masalah 

Dalam praktiknya saat kita menjalani hidup memang selalu berliku, terkadang bisa merasa nyaman, namun ada kalanya juga merasa tidak nyaman. Termasuk saat kita hidup dalam sebuah kelompok yang bisa jadi memiliki persamaan dan perbedaan dalam menyamakan persepsi maupun tujuan bersama. Dinamika seperti ini sebenarnya sudah lumrah terjadi dalam sebuah lingkungan kelompok tertentu. Saat mendapatkan suatu masalah atau konflik maka membutuhkan solusi untuk menyelesaikannya. Pemecahan masalah inilah yang merupakan proses menemukan jawaban yang ingin dihasilkan tersebut, seperti beberapa langkah dalam memecahkan masalah berikut ini:

  • Mendefinisikan masalah Yang Terjadi
  • Menemukan diagnosis besarnya masalah dan penyebabnya
  • Merumuskan strategi alternatif atau merencanakan strategi pemecahan tertentu
  • Menentukan dan melaksanakan strategi yang dirasa paling dikehendaki
  • Mengevaluasi keberhasilan strategi yang telah digunakan

Prinsip Dinamika Kelompok Sosial

Berikut ini beberapa prinsip dinamika kelompok yang perlu Grameds ketahui:

    1. Adanya Partisipasi atau keterlibatan aktif  yang meliputi keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok
    2. Saling menghormati pada tiap-tiap anggota kelompok dengan memiliki rasa saling menghargai atas pendapat, masukan, dan saran dari anggota kelompok yang lainnya
    3. Percaya Dan Mempercayai dalam membangun hubungan sosial untuk membentuk jaringan sosial (networks) yang akhirnya di mapankan berupa pranata (institution) yang saling percaya dengan sifat kejujuran (honesty ) kewajaran (fairness), sikap egaliter (egalitarianism), toleransi (tolerance) dan kemurahan hati (generosity)
    4. Adanya Rasa Keterbukaan untuk mengungkapkan informasi diri kepada orang lain yang bertujuan untuk mencapai hubungan yang akrab dalam lingkungan tertentu
    5. Tidak Mengancam dengan memberi kesempatan semua anggota kelompok untuk mengemukakan isi hati dan buah pikirannya tanpa rasa takut dan terancam 

Contoh Dinamika Kelompok Sosial

Berdasarkan penjelasan tentang pengertian, jenis, ciri, tujuan, aspek, faktor, dan prinsip dinamika kelompok di atas, maka ada contoh-contoh yang bisa diambil dalam dinamika tersebut, seperti berikut ini: 

  1. Masyarakat Indonesia banyak memberikan pandangan pada masyarakat di Papua dengan tipikal yang cenderung berbeda, yakni keras dan tertinggal. Maksud bersifat keras adalah dalam pergaulan dan tata cara dalam berbicara dan kebudayaan mereka.  Kondisi tersebut adalah bagian dari dinamika dalam kelompok sosial masyarakat karena belum tentu semua masyarakat yang berasal dari Papua tertinggal dan tata bicaranya keras. Persepsi semacam ini sejatinya sebagai wujud integrasi nasional dan juga wujud diskriminasi kepada kelompok tertentu berdasarkan ras dan suku.
  2. Dalam segi agama, sebagian golongan melihat bahwa adanya Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi yang membela agama lain daripada membela agamanya sendiri. Bahkan ada sejumlah orang yang menganggap bahwa Banser dan Banom NU lebih menjaga Gereja daripada Menjaga Masjid. Anggapan seperti ini bisa dikatakan sebagai dinamika kelompok sosial yang bisa merugikan dan mengikis integrasi sosial dalam kehidupan bermasyarakat dalam beragam
  3. Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh persatuan buruh untuk memperjuangkan dan menuntut kenaikan upah kerja
  4. Mundurnya ketua umum organisasi kepemudaan tertentu karena dirinya merasa tidak memiliki kesepahaman yang sama dengan anggota lainnya
  5. Terjadi aksi demo organisasi masyarakat terhadap Dewan Perwakilan Rakyat karena ketidaksetujuan individu atau kolektif organisasi dengan aturan yang dibuat pemerintah
  6. Terjadi kericuhan dalam kegiatan musyawarah anggota kelompok tertentu karena adanya selisih paham antar anggota
  7. Terhambatnya roda organisasi karena ada konflik yang terjadi antaranggota, sehingga berakibat pada kinerja mereka dalam menjalani tugas dalam kelompok tersebut 

Nah, itulah penjelasan tentang dinamika kelompok sosial, mulai dari pengertian, ciri, tujuan, jenis, faktor, aspek, prinsi, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Apakah Grameds merasa pernah mengalami fenomena dinamika tersebut dalam kelompok sosial? Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa lepas berhubungan dengan orang lain untuk bertahan hidup. Itulah sebabnya kita akan menemukan banyak fenomena dalam hubungan sosial tersebut.